Friday, 12 July 2013
ATJEHbuzz | atjeh citizen journalist media!: Forum UPK Provinsi Aceh Gelar Acara Jambore Di Tam...
ATJEHbuzz | atjeh citizen journalist media!: Forum UPK Provinsi Aceh Gelar Acara Jambore Di Tam...: Banda Aceh | Forum Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM-MPd Provinsi Aceh Menggelar Acara Jambore bertempat di Taman Sari Kota Banda Aceh. Aca...
Mendorong mereka jadi "pesaing atau tawanan"
posted by UPK Ciomas,,
Sebuah SMS penuh inspirasi saya terima tepat jam 06.22 WIB, buat saya itu sangat pagi karena sayapun terlambat beberapa menit untuk membacanya. Seorang teman dari Pamarayan, teman yang sama di tulisan sebelumnya. isi SMSnya tidak saya kurangi sedikit pun, isinya seperti ini :
Ass.
Tadi malam, di salah satu website, saya membaca sebuah kalimat sederhana, tapi begitu bermakna. Kalimat itu berasal dari mulut suci Imam Ali, yaitu :
“Beri siapapun maka kau akan menjadi tuannya. Minta bantuan pada siapapun makan kau akan menjadi tawanannya. Mandiri dari siapapun maka kau akan menjadi tandingannya.”
Selamat Pagi dan mudah-mudahan bermanfaat untuk kita mengawali hari ini. Amin.
Salam.
Sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa saya tidak sedang menjadi juru bicara beliau, tetapi saya ingin inspirasi ini dapat saya bagi kepada siapapun yang sempat membaca tulisan ini.
Sejak tahun 2009 tepatnya di bulan Oktober saya terlibat dalam PNPM Mandiri Perdesaan; saat itu saya tidak tahu apa-apa, bahkan saya tidak mengerti Program ini punya tujuan apa. Saya hanya menjadi bagian yang bisa jadi keberadaannya antara penting dan tidak penting. Syukurlah saya tidak berhenti belajar, dan alhamdulillah meskipun saya masih merasa belum melakukan yang seharusnya saya lakukan tapi paling tidak saya berada dijalur yang benar, saya memiliki kesempatan untuk berkontribusi, khususnya bagi tempat di mana saya tinggal.
Saya sadar, kadang lalai terhadap tanggung jawab. Menjadi bagian dari Program ini berarti menjadi bagian dari upaya-upaya pemberdayaan menuju kemandirian. Praktek yang terjadi masih jauh dari tujuan kemandirian itu. Tanpa kita sadari kita mendorong Kelompok menjadi semakin tergantung pada pinjaman modal yang diberikan UPK. Kita “menyerap” jasa pinjaman tanpa mengupayakan (mendorong) potensi kemandirian mereka agar memiliki modal sendiri, meningkatkan modal sendiri yang pada akhirnya memiliki modal yang cukup untuk kelompok sendiri dan tidak lagi membutuhkan tambahan modal dari UPK. Tanpa kita sadari kita mendorong mereka menjadi “tawanan” kita. Memberi mereka agar mereka semakin merasa tergantung terhadap UPK. Jika terus demikian, saya kira Program ini hanya sukses kelihatannya tapi sebetulnya kita membuat kondisi semakin terpuruk.
Saya kira kebenaran dari kalimat sederhana di atas, sungguh menohok kita dalam-dalam.
SALAM
Sebuah SMS penuh inspirasi saya terima tepat jam 06.22 WIB, buat saya itu sangat pagi karena sayapun terlambat beberapa menit untuk membacanya. Seorang teman dari Pamarayan, teman yang sama di tulisan sebelumnya. isi SMSnya tidak saya kurangi sedikit pun, isinya seperti ini :
Ass.
Tadi malam, di salah satu website, saya membaca sebuah kalimat sederhana, tapi begitu bermakna. Kalimat itu berasal dari mulut suci Imam Ali, yaitu :
“Beri siapapun maka kau akan menjadi tuannya. Minta bantuan pada siapapun makan kau akan menjadi tawanannya. Mandiri dari siapapun maka kau akan menjadi tandingannya.”
Selamat Pagi dan mudah-mudahan bermanfaat untuk kita mengawali hari ini. Amin.
Salam.
Sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa saya tidak sedang menjadi juru bicara beliau, tetapi saya ingin inspirasi ini dapat saya bagi kepada siapapun yang sempat membaca tulisan ini.
Sejak tahun 2009 tepatnya di bulan Oktober saya terlibat dalam PNPM Mandiri Perdesaan; saat itu saya tidak tahu apa-apa, bahkan saya tidak mengerti Program ini punya tujuan apa. Saya hanya menjadi bagian yang bisa jadi keberadaannya antara penting dan tidak penting. Syukurlah saya tidak berhenti belajar, dan alhamdulillah meskipun saya masih merasa belum melakukan yang seharusnya saya lakukan tapi paling tidak saya berada dijalur yang benar, saya memiliki kesempatan untuk berkontribusi, khususnya bagi tempat di mana saya tinggal.
Saya sadar, kadang lalai terhadap tanggung jawab. Menjadi bagian dari Program ini berarti menjadi bagian dari upaya-upaya pemberdayaan menuju kemandirian. Praktek yang terjadi masih jauh dari tujuan kemandirian itu. Tanpa kita sadari kita mendorong Kelompok menjadi semakin tergantung pada pinjaman modal yang diberikan UPK. Kita “menyerap” jasa pinjaman tanpa mengupayakan (mendorong) potensi kemandirian mereka agar memiliki modal sendiri, meningkatkan modal sendiri yang pada akhirnya memiliki modal yang cukup untuk kelompok sendiri dan tidak lagi membutuhkan tambahan modal dari UPK. Tanpa kita sadari kita mendorong mereka menjadi “tawanan” kita. Memberi mereka agar mereka semakin merasa tergantung terhadap UPK. Jika terus demikian, saya kira Program ini hanya sukses kelihatannya tapi sebetulnya kita membuat kondisi semakin terpuruk.
Saya kira kebenaran dari kalimat sederhana di atas, sungguh menohok kita dalam-dalam.
SALAM
Pedoman Kelembagaan UPK
A. PENDAHULUAN
· Pengertian UPK
UPK
adalah kepanjangan dari Unit Pengelola Keuangan, yaitu lembaga
pengelola kegiatan ekonomi masyarakat milik Desa/Kelurahan, dan dikelola
secara otonom oleh masyarakat yang selanjutnya akan dikembangkan
menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). UPK dibentuk melalui musyawarah
desa/kelurahan, dan ditetapkan dengan Peraturan Desa sedangkan untuk
kelurahan, ditetapkan melalui Surat Keputusan
Bupati/Walikota. Apabila di Desa/Kelurahan sudah terdapat lembaga
ekonomi milik pemerintah Desa/Kelurahan sejenis UPK, maka sepanjang
lembaga tersebut fungsional, tidak bermasalah dan disepakati dalam
musyawarah, maka dapat difungsikan sebagai UPK.
· Visi
Visi UPK adalah mewujudkan kesejahteraan ma-syarakat desa/kelurahan melalui pengembangan usaha ekonomi dan pelayanan sosial.
· Misi
Misi
UPK adalah meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi beban
pengeluaran rumah tangga miskin (RTM) dengan cara menggerakkan
perekonomian perdesaan melalui pemberian pelayanan di bidang keuangan
dan pelayanan sosial.
· Tujuan
- Pengembangan usaha ekonomi melalui usa-ha simpan pinjam dan usaha kemitraan.
- Pengembangan layanan sosial melalui sistem keterjaminan sosial bagi rumah tangga miskin.
- Pengembangan infrastruktur dasar per-desaan yang mendukung perekonomian.
- Mengembangkan jaringan kerjasama ekono-mi dengan berbagai pihak.
Kelembagaan Lokal: Contoh AD ART BKAD (1)
Kelembagaan Lokal: Contoh AD ART BKAD (1): ANGGARAN DASAR BADAN KERJASAMA ANTAR DESA (BKAD) KECAMATAN ____¬¬_________ KABUPATEN BATANG HARI PROPINSI JAMBI DISUSUN OLEH ...
Thursday, 13 June 2013
PNPM-MPd
Budiman : PNPM Jangan Menjadi Korban Kebijakan Anggaran Pemerintah
JAKARTA, RIMANEWS - Politikus PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko
mengatakan PNPM yang dibangun diatas paradigma pemberdayaan masyarakat
semestinya tidak boleh menjadi korban kebijakan anggaran oleh pemerintah
yang menekankan pemotongan dalam beberapa pos anggaran.
"PNPM sebagai salah satu saluran pemberdayaan masyarakat yang di
fasilitasi oleh pemerintah juga tidak boleh dikorbankan dengan alasan
apapun, karena bagaimanapun juga program ini sedikit banyak telah
memberi sumbangsing dalam percepatan pertumbuhan masyarakat akar rumput
yang selama ini membutuhkan pendampingan dan percepatan pembangunan.",
katanya di Jakarta, Rabu (12/6).
Menurutnya, Kasus penundaaan pembayaran fasilitator PNPM Perdesaan yang
terjadi di Jawa tengah, merefleksikan kepada kita betapa kecilnya
keberpihakan pemerintah kepada program sejenis.
"Meski dengan alasan agar fokus dalam pekerjaan tetapi aturan yang
melarang para penggiat PNPM untuk melakukan pekerjaan sampingan lain
untuk menambah penghasilan sangat kita sayangkan.", tegasnya
Penundaan pencairan dana dan pemotongan dana BLM sebesar 20%, katanya,
akan berdampak tidak sederhana, tertundanya beberapa program kegiatan
dan sebagainya. Pemerintah menempatkan penggiat PNPM pada posisi yang
sulit.
"Pemerintah dalam hal ini kementrian dalam negeri harus mengedepankan
kebijakan yang berpihak pada sustainable empowering, yang mengarus
utamakan pemberdayaan sebagai salah satu mekanisme pelibatan masyarakat
dalam percepatan pembangunan", kata Anggota Komisi II DPR, Budiman
Sudjatmiko.
Sumber : http://www.rimanews.com/
Saturday, 28 July 2012
BERPUASA
Cara mengurangi RASA HAUS BERLEBIHAN ketika sedang BERPUASA
Posted By kayosakti On 22 Jul 2012. Under umum Tags: mengurangi rasa haus, berlebihan, ketika sedang, berpuasa
Rasa haus berlebihan bisa disebebkan beberapa faktor antaranya.
# Kegiatan yang lasak hingga mengeluarkan keringat yang benyak sehingga menguras cairan tubuh.
# Kondisi cuaca yang panas dengan kelembaban yang sangat minim.
# Faktor makanan yang kita konsumsi ketika makan sahur.
Makanan yang kita konsumsi ketika makan sahur amat mempengaruhi rasa haus saat kita sedang menjalankan ibadah berpuasa.
# Makanan yang mengandung banyak zat minyak/ lemak, garam, dan gula yang masuk ke dalam mulut, kemudian ditelan memasuki kerongkongan.
# Sebagian kecil makanan yang kita kunyah akan tertinggal dan menempel di rongga mulut: langit-langit, lidah, bawah lidah, dan dinding mulut serta di selaput dinding kerongkongan.
# Seiring berjalannya waktu sisa-sisa bahan makanan ini akan mengalami proses pembusukan oleh enzim amylase yang terkandung dalam air liur.
# Proses pembusukan inilah yang menimbulkan bau mulut yang semakin lama akan semakin menyengat.
# Sedangkan sisa minyak, garam, dan gula akan menimbulkan rasa haus yang berlebihan.
Memang sulit untuk menghindari minyak/ lemak, garam ataupun gula dalam makanan kita, terutama saat sahur.
Lauk dan sayuran akan terasa hambar tanpa garam. Untuk menggoreng atau menumis kita juga butuh minyak/ margarin.
Dan untuk membuat teh atau minuman lainnya kita butuh gula sebagai tambahan energi.
Bahkan pasta gigi yang biasa kita pakai untuk menyikat gigi juga mengandung gula.
Berikut ini ada tips sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa haus ketika sedang berpuasa:
1. Setelah selesai makan sahur, menyikat gigi.
2. Berkumur dengan air putih hangat suam selama kurang lebih 20 detik. Air putih suam ini akan melarutkan sisa-sisa lemak, garam, dan gula dalam rongga mulut.
3. Minum air putih hangat secukupnya untuk membersihkan kerongkongan.
4. Minum air dingin/ sejuk untuk memberikan sensasi segar di dalam mulut.
5. Kita siap berpuasa dengan meminimalisir rasa haus.
Semoga dengan berkurangnya rasa haus akan menambah kualitas ibadah kita selama Ramadhan. Dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik seusai Ramadhan.
Sunday, 22 July 2012
wallmazryq: Ilusi ku
wallmazryq: Ilusi ku: Hidup ini sebagai sebuah ilusi yg nyata dan akan mengalir sepanjang waktu. Dan manakala kita melihat sisi dunia dalam persepsi suci bat...
Subscribe to:
Posts (Atom)
